“Percayalah, cuaca terbaik datang setelah badai terparah"
Penggalan Motivasi yang menjadi penyemangat dari
sang Motivator Irfan Ramdhani.Dari banyak nya kata –kata motivasi yang dikemukakan oleh irfan
ramadhani secara pribadi sangat menyentuh sekali dan sangat memberikan
inspirasi dan penyemangat bagi seluruh umat manusia termasuk saya sendiri,dalam
menghadapi sebuah tantangan hidup,dimana pada dasar nya setiap manusia pasti
mempunya tantangan dalam kehdupan dengan bebrbagi warna problema hidup,Mampu
atau tidak nya dalam menjalani kehidupan itu kembali lagi pada personal nya
masing-masing.
Tepatnya pada tanggal
30 Oktober 2015 saya mencoba mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pustaka
tropis wanadri ,dimana ini kali pertama saya mengikuti kegiatan yang dinaungi
oleh wanadri,perama mendaptkan informasi tentang kegiatan ini pada awalnya
tidak tertarik sama sekali ,tapi setalah dibaca dengan seksama dari
pembicaranya dan saya juga lihat dari judul buku yang di tampilkan pada poster
,banyak sekali judul buku yang saya sudah pernah baca salah satunya buku karya
irfan Ramdhani yaitu “Tabah sampai akhir “.buku ini bisa dibilang menjadi buku
favorit saya dalam mengahdapi bebrbagai problema hidup selama inii,munkin saya
salah satu orang beruntung dengan bisa
bertemu langsung dan bertanya langung pada penulis nya yang sangat luar biasa
sekali.
Hidup Memang sering
menguju kita dari bebagai tantangan dan cobaan ,akan tetapi hidup pula lah yang
mengajarkan kita akan arti makna dari ketabahan dan kesabaran.Mengajarkan kita
untuk berdiri kuta dan kokoh bagiakan
semen yang nenjadikan kokoh sebuah rumah
,dan bagaiakan batu karang yang kuat diterpa oleh ombak yang besar begitupun
sebuah arti kehiduppan.
Irfan Ramdhani tidak
menyangka sama sekali bahwa hoby dari sejak kecil ini yaitu naik gunung justru
menjdi sumber mala petaka dan musibah baginya.saat ia berlatih panjat tebing di
kampus,ia terhempas dan terjatuh dari ketinggian kurang lebih sepeuluh meter
(10m).dan ia sempat divonis oleh dokter tidak dapat berjalan lagi seumur hidup
.
Namun ,hiudup tidak
perlu disia-siakan .Dengan menggunakan tongkat penyangga,Irfan berhasil
mewujudakn impianya dan harapanya satu persatu,dari mulai sebagai pembicara dari
berbagai seminar dan masuk ke salah satu televisi Indonesia.dan ia membuktikan
bahwa semangat dan usahanya mampu mengalahkan segala keterbatasnya.
saya melihat pertama kali yaitu pada salah satu televisi swasta di Indonesia,Melalui Indonesia Morning Show NET TV pagi ini (15/6) Irfan hadir menceritakan perjuangannya demi dapat kembali berjalan. Ia berhasil membangun lagi kakinya setelah menjalani terapi selama tiga bulan. Irfan juga menjalani latihan diving sekaligus terapi untuk kakinya di Laut Nusa Penida, Bali, bersama Bali International Diving Professional (BIDP). Terapi tersebut ia dapat dari rekomendasi yang diberikan oleh Riyani Djangkaru. Salah satu tokoh yang menginsiprasinya dan juga menjadi idolanya.
Sepasang tongkat kini tak pernah jauh dari Irfan Ramdhani
sejak kakinya lumpuh. Irfan sempat membayangkan tak lagi bisa mendaki gunung,
arung jeram, susur goa, hingga panjat tebing yang menjadi kegemarannya selama
ini.
,
“Keterbatasanku tidak membatasiku untuk menembus batas, karena keterbatasan bukan
suatu hambatan dan bahwa tabah bukan di awal, tabah juga bukan di pertengahan,
tapi tabah sampai akhir,
Pada waktu yang bersamaan ia juga
diputus cinta oleh sang kekasih.Namu pria ceria ini tak mau berlama-lama larut
dalam kesedihan.Irfan kembali menjadi petualang alam sejati meski di tengan
segala keterbatasnya.
Sepasang tongkat itu akhirnya menemani Irfan mendaki Gunung Semeru, Jawa Timur dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya bagi Irfan, dua gunung itu memang diidamkan para pendaki. Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dan Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia. Tak ada yang menyangkal, kedua gunung itu menyuguhkan karya indah Sang Maha Pencipta.
Ini saya
coba cantumkan review buku tabah sampai akhir yang ditulis oleh temen sekeelas
saya ,saya tertarik buku ini setelah mendengarkan apa yang telah dibaca dan
pahami oleh teman saya pada saat membaca buku ‘Tabah Sampai Akhir”
Irfan. Satu nama yang membuatku
semakin bersyukur masih memiliki anggota tubuh yang masih berfungsi dengan
baik.
Alam. Tuhan. Keindahan. Syukur.
Tabah.
Saya
sebenarnya tidak sengaja menemukan buku ini di acara bazar Gramedia Pandaranan
Semarang ketika sedang mencari buku Helen Keller (Yang tersedia di Gramedia
Balaikota). Melihat testimoni dari beberapa orang yang menjadi inspirasi
penggerak pemuda-pemudi di Indonesia, Anis Baswedan, Riyani Djangkaru, Anisa
Andrie (penulis novel menikahlah denganku), dan masih banyak lagi insporator
yang ikut mendukung Mas Irfan meraih impian-impiannya dan anak Indonesia
lainnya. Sungguh buku ini menjadi pecutan bagi saya sendiri, yang hampir selama
ini menyia-nyiakan waktu dan malah menjadi orang yang sering mengeluh. Tamparan
hebat, tepat di hati saya ketika membaca tuntas cerita mas Irfan.
Sebenarnya.
Hidup ini hanya sekali. Kenapa, hidup ini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan
hidup, mungkin keluhan hidup ini kurang adanya rasa syukur. Setelah kenikmatan
itu dicabut semua oleh Allah, barulah manusia menyadari betapa kerdilnya
manusia di mata Allah. Menyesali perbuatan yang telah dilakukan ketika nikmat
itu hanya dipenuhi dengan keluhan yang tidak penting, tentang kehidupan.
Bercermin dari kejadian yang mas
Irfan alami membuat saya tersadar. Saya memang manusia yang masih jauh dari
sempurna.
Beberapa
tahun yang lalu saya pernah melihat mas Irfan nongol di acara televise, Kick
Andy. Sungguh, dari sana saya sudah ngilu sendiri, ia tak pantang menyerah
menghadapi cobaan yang ia alami. Dan tara, tahun ini saya menemukan buku yang
menarik: Tabah Sampai Akhir. Kembali ke review buku.
Dibagian
pertama diceritakan mengenai sosok Irfan yang mencintai alam. Ia bisa merasakan
Tuhan menciptakan itu semua dengan Maha sempurna. Bentuk kecintaan alam dan
menambah kedekatan dengan Tuhan mas Irfan tunjukkan dengan mengikuti segala
kegiatan yang ada hubungannya dengan alam di kampusnya. Dia bergabung dengan
Mapala di kampusnya. Waktu itu ia sudah mendaki dua gunung. Tahun itu ia ingin
sekali mendaki gunung Semeru. Untuk melatih fisik setiap hari ia melakukan
beberapa pemansan yang digunakan untuk bekal mendaki ke Semeru. Mungkin hari
itu Tuhan ingin menyapa lebih dekat mas Irfan. Saat latihan wall-climbing di
kampusnya tali yang digunakan untuk menopang tubuh mas Irfan putus tanpa sebab,
dan itu menyebabkan mas Irfan di nyatakan lumpuh total.
Bagian
selanjutnya menceritakan kegigihan mas Irfan yang sempat patah semangat
menjalani hidupnya, mas Irfan putus cinta saat orang terkasihnya memutuskan
hubungan secara sepihak setelah mendengar 90% mas Irfan lumpuh.
Nasib memang
sudah ada yang mengatur. Jika kita bisa memilih untuk memutar waktu pada hari
yang nahas itu, pasti mas Irfan memilih untuk tidak melakukan climbing di wall kampusnya. Memilih menghabiskan hari di kafe
menikmati sore dengan secangkir kopi.
Sayangnya,
waktu tidak bisa diputar mundur, dan apa yang telah terjadi tidak bisa
disesali. Sementara divonis semua ahli alternatif tidak bisa berjalan, Irfan
tidak patah semangat. Memupuk harapan, mengunduh optimis tanpa batas, tabah
sampai akhir. Hingga akhirnya Irfan melakukan pijat alternatif, melakukan
praktik duduk, disusul berjalan menggunakan alat bantu, semua proses itu
dilakoni dengan tabah. Dan akhirnya keajaiban itu menyertai Irfan, dengan
bantuan krak ia bisa berjalan.
Ada seorang temannya yang memberikan
Irfan buku 5 cm, yang menumbuhkan harapan baru, bahwa ia suatu saat bisa
mewujudkan mimpinya untuk bisa sampai di puncak Semeru.
Hari yang
dinantinya datang juga, banyak teman-temannya yang mendukungnya untuk
mewujudkan impiannya itu, Alhamdulillah…meskipun prosesnya tidak mudah, banyak
orang yang memandang sebelah mata, bahwa mas Irfan dengan menggunakan kruk
tidak bisa naik di gunung. Tapi, semua nada pesimis itu bisa ditepis. Dengan
perjuangan yang berdarah-darah, mengesor, berjalan mundur, berjalan seperti
kepiting, dan normal menggunakan kruk akhirnya mas Irfan sampai di Ranu
Kumbolo. Ia mengajarkan kepada saya bahwa semua itu memiliki kesempatan untuk
mewujudkan impian, asalkan ia benar-benar berjalan di jalannya sendiri.
Apalagi bagi
orang-orang yang masih memiliki organ tubuh yang sempurna. Yang masih sering
mengeluh kecapekkan ketika melakukan semua kegiatan hidup yang dilalui. Oh
hidup. Betapa hal yang dikerjakan dengan hati itu insyaAllah berkah. Amiiin.
Tuhan memang
Maha segalanya, diakhir memoar mas Irfan ini, mas Irfan menumbuhkan mimpi baru
untuk bisa menakhlukkan Rinaji, dan semua impian itu menjadi nyata ketika niat
benar-benar sudah terpatri di dalam dada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar