Jika Aku Menjadi “Penggerak Bisnis Ekspor-Impor Buah Manggis
Desa Sukadami Kecamatan Wanayasa Kab.Purwakrta”
Ajizul Husni Mubarok
110110130011
Fakultas Hukum
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Pada
hari Selasa tanggal 06 Januari 2016, saya beserta 20 rekan saya yang lain
berangkat ke Desa untuk menjalani Kuliah
Kerja Nyata. Desa tempat kami menjalani KKN terletak di Desa Sukadami kecmatan
Wanayasa Kabupaten Purwakarta . Awalnya saya beranggapan desa yang akan saya
tempati nantinya merupakan desa yang serba tertinggal. Jujur, negative thinking
itu terus menghantui selama di perjalanan sampai membuat perut saya mulas.
Belum lagi tentang harus hidup bersama 20 orang “asing” yang belum pernah saya
kenal selama 1 bulan penuh.
Ketika sudah menginjakkan kaki di Desa Sukadami,
negative thinking yang kerap berkelebat di kepala saya tetiba hilang. Desa
tersebut ternyata tidak seburuk yang saya duga. Desa Sukadami merupakan desa
yang terbilang cukup maju. Desa yang terdiri dari 4 RW ini memiliki
infrastruktur yang bagus, memudahkan kami untuk menjangkau tempat-tempat yang
menjadi objek observasi. Listrik dan air tersedia 24 jam meskipun tidak berlaku
untuk angkutan kota. Jagung dan ubi menjadi andalan pertanian di desa ini. Rekan-rekan
KKN saya pun termasuk orang-orang yang welcome. Tidak membutuhkan waktu lama
bagi kami untuk saling mengenal dekat layaknya keluarga.
Di minggu pertama, kami semua sudah terbagi-bagi ke dalam
kelompok kecil yang nantinya disebar ke seluruh RW. Kebetulan saya bersama
beberapa rekan saya mendapat RW 1. Kami berkeliling RW untuk memperkenalkan
diri sembari mencari rumah Pak RW. Namanya juga di desa, dimana semua orang
mengetahui semua orang, kami dengan cepat dapat menemukan rumah Pak RW. Kemudian
kami juga berkeliling untuk mencari apakah potensi yang ada di RW tersebut.
Ternyata di RW 1 ada kegiatan industri rumahan berupa pembuatan keripik pisang
dan keripik ubi yang menjadi ciri khas desa sukadami,dan menjadi produk
unggulan. Hal ini menandakan bahwa potensi industrial cukup menjanjikan di RW
ini. Lalu kami juga berkunjung ke Posyandu. Meskipun di desa, masyarakat sudah
menyadari pentingnya memperhatikan perkembangan anak dan imunisasi. Tingkat
kesadaran yang cukup tinggi itulah yang membuat bayi dan balita di RW tersebut
sehat-sehat dan jarang ada yang mengidap sakit serius. Sayangnya, tidak semua
RW memiliki keadaan yang sama seperti RW 1. Disaat RW lain berkembang dengan
segala potensinya, perkembangan RW 2 dan RW 4 yang kata orang tidak terjamah
itu terseok-seok di belakang RW-RW lain. Miris.
Di minggu kedua, kegiatan meleburkan diri kami agak
bergeser yang tadinya di warga sekitar menjadi di sekolah-sekolah yang ada di
Desa Sukadami baik di tingkat sekolah dasar maupun madrasah. Murid-murid di
berbagai tingkat pendidikan ini menyambut antusias kedatangan kami. Para guru
pun mengaku, dengan kehadiran kami di tengah-tengah kegiatan belajar mengajar
meningkatkan keaktifan anak didik mereka. Di minggu-minggu terakhir kami
kebanjiran undangan untuk menghadiri acara warga sekitar. Senang rasanya berada
di tengah-tengah masyarakat yang masih simpati kepada satu sama lainnya.
Jika saya menjadi warga Desa Sukadami, saya ingin
mengekspansi hasil tani penduduk yaitu manggis,karena desa sukadami ini
terkenal juiga dengan manggis yang menjadi ciri khas ,dan sudah di impor ke
luar negri. Buah manggis dari Desa sukadami tidak kalah enak dari manggis yang bergentayangan di supermarket. Tidak
perlu yang muluk-muluk, yang penting bisa mengembangkan hasil tani disana,
semisal membuat panganan kecil berbahan dasar jagung seperti keripik jagung,
marning, dan masih banyak lagi.
Pengalaman dan kebersamaan selama hidup sebulan penuh di Desa
Pasanggrahan akan selalu mempunyai tempat tersendiri di hati saya.dengan banyak
nya potensi yang sangat bagus sekali dalam mengembangkan buah mangggis,saya
sangat tertarik sekali bisa terjun langusng untuk mengembangkan potensi buah
ini,dimana buah manggis ini sangat banyak sekali manpaatnya bagi
kesahatan.dengan dasar itu maka saya akan coba mengembangkan dan menjadikan potesni buah manggis ini
menjadi produk unggulan yang ada di Kab.Purwakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar